Spread the love

  TEGAL, 22 Februari 2024 – TIM KKN LPPM UP melakukan kunjungan dalam rangka monitoring dan evaluasi mahasiswa KKN di Kabupaten Tegal

Terdapat 7 Kelompok KKN UP yang diterjunkan di wilayah Kabupaten Tegal. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan mengusung beberapa aspek diantaranya: Ekonomi, Kesehatan, Pendidikan dan Lingkungan.

“Semua kelompok KKN di wilayah Kabupaten Tegal telah melakukan kegiatan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan difokuskan pada permasalahan-permasalahan yang ditemukan atau dihadapi masyarakat di desa Lokasi KKN” ujar Luthfi Hidayat Maulana, S. KM., M. Si. selaku Tim LPPM UP.

Mahasiswa KKN diarahkan untuk menggali permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat, menemukan potensi Desa, dan mengembangkan potensi untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga.

“Setelah kami melakukan susur Desa dan Jejak Pendapat dengan Warga dan Pemerintahan Desa, Sampah menjadi salah satu masalah yang krusial di beberapa Desa. Dari temuan ini dari Tim kami mengoptimalkan dan melibatkan warga masyarakat melalui program Bank Sampah, serta untuk Desa ya g belum memilki Bank Sampah kami menginisiasi untuk merealisasikannya. Harapannya melalui Bank Sampah ini dapat menekan permasalahan terkait sampah, lebih dari itu nyatanya banyak sampah yang dapat didaur ulang, sehingga melalui Bank Sampah ini dapat memunculkan suatu produk inovasi yang bersumber dari pemanfaatan limbah ” papar salah satu mahasiswa Tim KKN.

Mukroji, M. M., selaku Dosen Pendamping Lapangan sekaligus Dekan FEB UP menuturkan “sebenarnya kalau pemanfaatan sampah dilakukan secara terstruktur dan masif akan menjadi program pemberdayaan masyarakat yang apik, dari sampah ini kalau diklasifikasi nantinya dapat dilakukan beberapa produk hilirisasi limbah, sampah organik sebenarnya bisa diolah kembali menjadi produk pupuk organik dan dapat dimanfaatkan oleh warga untuk pertanian, sampah-sampah an-organik misalnya plastik/botol-botol bisa diolah menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi/nilai jual”.

  Tim KKN Desa Srengseng yang hadir dalam kegiatan tersebut mengembangkan inovasi yang menarik timnya membuat produk briket dari limbah sampah yakni bonggol jagung.

“Banyak limbah yang terbuang begitu saja khususnya bonggol jagung, karena memang warga di Desa Srengseng banyak bertani jagung. Kami berinisiatif untuk membuat suatu produk dari limbah tersebut yakni briket. Selain itu juga kami membuat suatu keranjang untuk menanggulangi sampah-sampah organik lain, keranjang ini kami beri nama Takakura. Keranjang ini kami berdayakan warga untuk membuat kompos” tambanya Koordinator Desa Srengseng.

Rizki Noor P, M. Pd. selaku Ketua Prodi Teknik Elektro sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan dalam kesempatannya menyampaikan “sebenarnya banyak potensi desa yang dapat digali dan dengan penambahan dan pendekatan teknologi lebih lanjut, produk-produk limbah ini bisa menjadi barang yang berguna dan bernilai ekonomi serta meningkatkan perekonomian/kesejahteraan warga. Mungkin dalam kesempatan kedepannya desa desa ini bisa kami libatkan menjadi desa binaan, bersama program dari Kemenristekdikti”

“Selama penerjunan, kurang lebih 15 hari sudah banyak permasalahan yang ditemukan dan ditawarkan melalui pemberdayaan warga mulai dari aspek kesehatan melalui PHBS, skrining awal penyakit hipertensi melalui pemeriksaan tekanan darah, dari aspek lingkungan dan ekonomi banyak melakukan inovasi melalui pemberdayaan masyarakat untuk menangani limbah menjadi produk bernilai jual, dari aspek pendidikan juga banyak mahasiswa yang dilibatkan di sekolah untuk turut mengajar. Saya rasa kehadiran KKN di sini banyak diterima oleh warga dan pemerintahan desa. Semoga melalui KKN ini Universitas Peradaban menjadi ladang ibadah dan terus berkomitmen meningkatkan kesdjahteraan masyarakat” tutur Syaiful Prayogi, M. Farm. selaku Ketua Prodi Farmasi yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.