Brebes- 23/09/2025. Tim Dosen LPPM Universitas Peradaban melangsungkan kegiatan Pengabdian kepada Masyaraka (PkM) di Desa Winduaji Paguyangan Brebes. Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Winduaji menjadi mitra dan sasaran kegiatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi pemanfaatan minyak jelantah dan sereh wangi sebagai lilin aromaterapi pengusir nyamuk (Pencegah DBD).
“Minyak goreng yang sering digunakan berulangkali atau lebih dikenal sebagai minyak jelantah memiliki beberapa dampak pada penggunaannya baik pada tubuh maupun pada lingkungan” Ujar Bapak Luthfi Hidayat Maulana S.Km.,M.Si. Salah satu efek lingkungan yang signifikan adalah pencemaran air dan tanah akibat pembuangan langsung, serta penyumbatan sistem saluran pembuangan karena akumulasi lemak dan minyak (FOG) di pipa maupun instalasi limbah (Hussain et al., 2025). Selain itu, dalam kondisi biologis, limbah minyak goreng dapat mengganggu kehidupan mikroba tanah dan sistem tanaman, sehingga merusak kesuburan tanah serta menghambat pertumbuhan tumbuhan (Arias et al., 2022).
Aromaterapi merupakan terapi yang memanfaatkan minyak esensial yang mengandung senyawa volatil seperti terpen, ester, dan aldehida yang dapat mempengaruhi sistem limbik serta pusat emosi otak, sehingga berpotensi meningkatkan suasana hati, mengurangi stres, dan memperbaiki kualitas tidur (Chung et al., 2022). Studi terkini menunjukkan bahwa pembakaran atau inhalasi lilin aromaterapi berbahan dasar nabati (misalnya soy wax atau beeswax) mampu menurunkan tingkat stres emosional setelah penggunaan sekitar 20 menit (Ramasamy et al., 2024). Namun demikian, peningkatan penggunaan lilin aromaterapi juga menimbulkan perhatian terkait kualitas udara dalam ruangan karena emisi senyawa organik volatil (VOC), partikel halus, dan senyawa semivolatil yang dapat berdampak pada sistem pernapasan (Li et al., 2023).
Tujuan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai dampak dari penggunaan dan pembuangan minyak goreng jelantah terhadap lingkungan, meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai produk-produk recycles dari minyak goreng jelantah, memberikan contoh cara mengolah minyak goreng jelantah menjadi produk rumah tangga ramah lingkungan yaitu menjadi lilin aromaterapi pengusir nyamuk untuk mencegah DBD dengan bahan tambahan sereh wangi sebagai pewangi . Dalam kegiatan yang dilakukan ini diharapkan ada luaran yang hendak dicapai seperti dihasilkannya produk lilin aromaterapi yang dibuat secara mandiri di rumah dengan bahan yang sudah ditentukan, bahan-bahan yang digunakan juga mudah didapat seperti paraffin sudah tersedia di e-commerce. Manfaat untuk masyarakat adalah agar dapat melatih keterampilan terutama dalam pembuatan lilin aromaterapi atau dapat dijadikan suatu peluang usaha untuk mendapatkan penghasilan masyarakat dan membuka peluang usaha agar menjadi desa yang terampil dan mandiri.
Berikut bahan, alat, serta cara pembuatan lilin aromaterapi:
- Bahan
Bahan yang digunakan yaitu minyak esensial untuk memberikan aroma, minyak goreng sebagai campuran, dan parafin sebagai bahan dasar pembuatan lilin.
- Alat
Alat yang diperlukan antara lain wadah tahan panas, kompor atau pemanas, sendok pengaduk, sumbu lilin, cetakan lilin (gelas kaca atau wadah lainnya), serta gunting untuk memotong sumbu.
- Cara Pembuatan
Pertama, panaskan parafin dalam wadah hingga mencair. Setelah cair, tambahkan minyak esensial secukupnya dan aduk rata. Kemudian, letakkan sumbu pada cetakan lilin dan tuangkan campuran parafin serta minyak esensial ke dalam cetakan. Biarkan hingga mengeras dan lilin aromaterapi siap digunakan.

