Paguyangan, 26 April 2024 – Tim Dosen LPPM Universitas Peradaban melangsungkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Winduaji Paguyangan Brebes. Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Winduaji menjadi mitra dan sasaran kegiatan. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mendukung pemerintah dalam menekan kejadian stunting.

Desa Winduaji menjadi desa terbanyak kedua dengan kejadian stunting setelah Desa Pandansari. Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh multifaktorial dan bersifat antar generasi yang ditandai dengan kegagalan proses pertumbuhan pada anak balita sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Sementara faktor terbesar penyebab kejadian stunting adalah hormon pertumbuhan, penyakit infeksi, dan masalah asupan zat gizi.
“Hal ini sangat ironi mengingat keberadaan Waduk Penjalin sebagai salah satu sumber makanan tinggi nutrisi (ikan memiliki protein dan gizi tinggi), malah anak-anaknya mengalami kasus stunting tertinggi”, ujar Luthfi selaku ketua TIM Dosen.
Anak-anak yang mengalami masalah gizi tersebut memiliki risiko 11,6 kali lebih tinggi untuk mengalami kematian dibanding anak-anak yang memiliki status gizi baik (Kementerian Kesehatan RI 2020). Selain pemberian Air Susu Ibu (ASI) ekslusif dan pemberian Makan Pendamping ASI selama bayi, pemilihan makanan/jajanan juga sangat berpengaruh terhadap kecukupan gizi anak serta tumbuh kembangnya. Masa kanak-kanak biasanya akan sulit untuk mrngkonsumsi makanan yang bergizi seimbang, mereka cenderung memilih jajanan yang takaran gizinya tidak terkontrol. Hal ini perlu menjadi perhatian orang tua untuk mengalihkan minat konsumsi jajanan tinggi protein berbasis kearifan lokal (khususnya ikan dari Waduk Penjalin) dengan membuat olahan makanan yang disukai anak-anak. Terkait hal ini perlu adanya gerakan massif, organisasi kemasyarakatan yang memiliki tanggungjawab terhadap perkembangan gizi keluarga adalah Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di wilayah Winduaji. Hal tersebut sangat memprihatinkan sebab, selain gizi pasca kelahiran status gizi anak sangat dipengaruhi sejak masa kehamilan dan kecukupan gizi ibu selama kehamilan. Janin dalam kandungan ibu sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi oleh ibu hamil itu sendiri, kehamilan dan perkembangan janin akan terganggu apabila status gizi ibu hamil tidak terpenuhi dengan baik (Yunika and Fariqi 2021). Kekurangan gizi pada fase ini akan berpengaruh pada masa perkembangan bayi dan masa balita. Salah satu faktor yang mempengaruhi kecukupan gizi selama kehamilan adalah kondisi ekonomi keluarga. Kehamilan pada keluarga dengan status ekonomi rendah cenderung mengalami ketidakseimbangan gizi selama kehamilan hal ini berkaitan dengan kemampuan keuangan keluarga. Sesuai yang diungkapkan dalam penelitian Herlinda tahun 2017 yang menyatakan kondisi ekonomi sangat berpengaruh terhadap kecukupan gizi selama kehamilan, wanita yang hamil dengan kondisi ekonomi rendah cenderung mengalami permasalahan gizi tidak seimbang. Selain rendahnya kemampuan keuangan aspek rendahnya pengetahuan/kemampuan keluarga dalam manajemen penghasilan menjadi memperburuk keadaan tersebut.
“mengingat multi faktor penyebab stunting kami memberikan beberapa materi dalam kegiatan ini seperti pentinya Makanan lokal dalam pemenuhan gizi, pentinya manajemen keuangan (ekonomi) untuk kesehatan anak. Kami membidik PKK sebagai mitra dan target kegiatan, karena PKK adalah organisasi kemasyarakatan di tingkat desa yang merupakan mitra kerja pemerintah yang berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali, dan penggerak di masing-masing jenjang dalam upaya mensukseskan agenda pemerintah salah satunya berkaitan dengan kejadian stunting ini. Seperti 2 program PKK yang berkaitan erat dengan kejadian stunting ialah Kesehatan serta Pendidikan dan Ketrampilan. Kami berharap melalui kegiatan ini adanya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi untuk mencegah stunting”, tutur Rizky dan Yogi selaku anggota TIM.

