Desember 2023 – Memasuki Era 5.0, Kader IMM dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ditambah lagi dengan fenomena 3S (Sudden shift, Speed, Surprise) yang mengharuskan kader IMM untuk bisa beradaptasi dengan perubahan zaman yang serba cepat. Menindaklanjuti permasalahan tersebut Pimpinan Komisariat IMM Buya Hamka Universitas Muhhammmadiyah Purwokerto, bersama Bidang Immawati menyelenggarakan sebuah program berupa diskusi rutin yang dinamakan
Diskusi Immawati. Acara diskusi ini diselenggarakan pada tanggal 24 Desember 2023 melalui media Google Meeting dan mengangkat tema Upgrade Peran Immawati di era 5.0
Diskusi ini dipandu oleh Immawati Nia Nur Pratiwi S.Pd sebagai pemateri dan 33 peserrta diskusi yanng terdiri dari Pimpinan dan Kader IMM Buya Hamka. Diskusi yang berjalan kurang lebih 1 jam ini, berjalan dengan lancar dan kondusif. Peserta memperhatikan pemaparan materi dengan baik dan aktif dalam sesi tanya jawab yang diberikan oleh moderator. Immawati Nia sebagai pemateri memberikan 5 poin inti tentang bagaimana seorang kader muda muhammadiyah, khususnya didalam organisasi IMM harus mampu beradaptasi dalam perkembangan zaman yang begitu pesat. Kelima poin itu diantaranya adalah ;
- Immawati & Immawan harus mampu mengupgrade diri dan lingkungan sekitar agar mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Kemampuan dalam mengupgrade diri harus bisa berjalan seiringan antara Immawan dan Immawati, tidak menonjolkan salah satu dan menjatuhkan yang lain, akan tetapi berjalan seiringan dan saling melengkapi sehingga tercipta kesetaaraan dan pemenuhan hak dalam berorganisasi terkhusus di era 5.0 sekarang ini.
- Sebagai seorang akademisi, kader IMM buya hamka hasrus mammpu memberikan edukasi dengan maksimal kepada lingkungan sekitar tentang perkembangan zaman ini. Ditegaskan juga oleh pemateri, bahwa Pimpinan Komisariat IMM Buya hamkka merupakan Pimpinan Komisariat yang berassl dari fakultas agama Islam yang memilki peluang sangat besar dalam mengedukasi lingkungan sekitarnya melaui jalan dakwah yang bisa dilakukan kapanpun.
- Sebagai seorang kader IMM kita harus mampu memanfaatkan perkembangan tekhnologi zaman untuk berbagi dan bertukar ilmu melalui peningkatan budaya literasi oleh pimpinan dan kadernya. Hal ini dikarenakan minimnya kesadaran yang tumbuh dalam jiwa seorang kader untuk mengoptimalkan perkembangan zaman dalam menyebarkan dakwah dan meningkatkan pengetahuan sebagaimana mestinya.
- Sebagai seorang kader muda Muhammadiyah, IMM harus untuk menghadapi era dimana kekerasan terhadap perempuan semakin banyak dan pelecehan menjadi hal yang dibiasakan sekarang ini. Peran seorang kader muda Muhammadiyah yang tergabung dalam IMM sangat diperlukan, khususnya dalam hal penyadaran dan edukasi kepada lingkungan sekitar agar kasus kekerasan dan pelecehan dapat terhindarkan.
- Sebagai kader Muda Muhammadiyah, IMM harus mampu memanfaatkan tekhnologi dengan bijak dan secukupnya. Banyak kasus yang didapati sekarang dimana seseorang hanya mengandalkan teknologi perkembangan zaman untuk mempermudah kegiatannya dalam bidang pendidikan dan bidang yang lain. Padahal pada kenyataannnya teknologi tidak akan mampu untuk menjadi “transfer of value” yang hanya akan didapatkan ketika kita melakukan interaksi secara langsung dengan reken kita, guru, keluarga dan lain sebagainya. Hal itu mustahil dilakukan oleh mesin sebagai tekhnologi kemajuan zman yang diciptakan oleh manusia itu sendiri.
Setelah selesai dalam memaparkan materi, diskusi ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh peserta diskusi kepada pemateri. Dalam diskusi tersebut ada 2 pertanyaan yang dilontarkan oleh perserta diskusi. Pertanyaan pertama datang dari Immawati Yeni yang menanyakan terkait tkasus kekerasan seksual yang ada dan bagaimana cara memanfaatkan teknologi dalam mencegah tindak kekerasan seksual tersebut. Pertanyaan kedua datang dari Immawan arif yang menanyakan berkaitan definisi kesetaraan gender di era sekarang ini menurut pendapat pemateri. Kedua pertanyaan ini terjawab oleh pemateri dan diskusi berjalan dengan baik antara pemateri dan peserta diskusi Kesimpulan yang bisa diambil dari “Diskusi Immawati” sore ini adalah bagaimana kesadaran untuk mampu memanfaatkan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi di era 5.0 ini sangatlah penting dimiliki oleh setiap kader IMM Buya Hamka. Hal ini dikarenakan media informasi sangatlah membantu proses dakwah dan penyebaran ilmu pengetahuan ter akkses oleh masyarakat luas. Selain itu era 5.0 ini harus mampu dimanfaatkan juga oleh setiap anggota IMM untuk mampu memberikan edukasi kepada masyarakat luas agar tentang kasus kekerasan dan pelecehan dapat dihindari. Demikianlahh kesimpulan dari diskusi yang dilaksanakan sore ini, besar harapan kami, agar peserta diskusi dan pembaca sekalian bisa mendapatkan wawasan baru yang bermanfaat untuk kehiupan sehari hari.

