15 Maret 2024 – Bidang riset pengembangan keilmuan (RPK), Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Buya Hamka, sukses dalam melaksanakan diskusi keimuan dengan nama “Tutur Tinular #1”, Jum’at (8/3/2024) lalu.
Diskusi tutur tinular merupakan salah satu ajang pemberdayaan kader IMM Buya Hamka yang telah mengikuti forum atau acara keilmuan baik internal maupun eksternal. selain itu diskusi ini juga bertujuan untuk mendukung kader dalam melaksankan rencana tindak lanjut (RTL) dari acara yang telah diikutinya.
Diskusi tutur tinular, menurut Arif Maulana selaku ketua bidang RPK IMM Buya Hamka memilihi arti perkataan yang ditularkan, “tutur itu artinya perkataan, dan tinular memiliki arti yang ditularkan, harapannya melalui diskusi tutur tinular ini kita bisa saling berbagi ilmu dan menebarkan manfaat satu sama lain.” ucap Arif Maulana.
Sabagai forum diskusi dan RTL dari acara SABAMACA yang dilaksanakan pada (24-28/02/2024), tutur tinulai#1 ini mengambil tema “Pengantar Studi Filsafat“. Pemateri yag mengisi dalam diskusi ini adalah Immawan Qeis selaku alumni SABAMACA & Sekolah Kebangsaan. Selain itu Immawan Qeis juga merupakan salah satu anggota dari bidang RPK IMM Buya Hamka yang memiliki semangat belajar tinggi dan aktif dalam berorganisasi.
Diskusi tutur tinular ini diikuti oleh kurang lebih 15 peserta yang terdiri dari pimpinan, kader IMM Buya Hamka, dan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto(UMP) pada umunya. Peserta disksui mengikuti rangkaian kegiatan dengan aktif, terbukti dengan hidupnya forum diskusi selama acara berlangsung.
Diskusi yang berlansung selama kurang lebih satu jam ini, memiliki beberapa cangkupan materi didalamnya, diantaranya adalah pengertian filsafat, kriteria dalam mempelajari filsafat, cabang filsafat, ciri ciri berfilsafat, dan sejarah munculnya filsafat. Beberapa topik pembahasan tersebut dipaparkan dengan sangat baik oleh pemateri sehingga peserta diskusi mampu untuk menyerap ilmu dengan baik dan termotivasi untuk belajar filsafat lebih dalam lagi.
“Filsafat merupakan ilmu yang sangat penting untuk dipelajari, karena dengan berfilsafat maka akan tumbuh keinginan untuk berfikir, dan dengan berfikir maka seseorang akan disebut hidup” ungkap Siva sebagai salah satu peserta diskusi.
Sesuai dengan tujuan diadakannya diskusi ini yaitu memberdayakan kader dan mengaslah keilmuan , diharapkan peserta diskusi mampu untuk mempelajari filsafat dengan lebih baik dan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat yang masih termakan pandangan buruk tetang ilmu filsafat ini.
“Kita selaku generasi muda berimu harus mampu memahamkan setidaknya kepada diri kita sendiri, yang kemudian nantinya kita bisa memberikan pemahaman kepada orang lain tentang pentingnya filsafat dalam kehidupan”, pungkas Arif dalam akhir sesi diskusi.

